Perhiasan Nenek Moyang

Ternyata darah kreatif orang Indonesia bisa dirunut sejak nenek moyang. Saat zaman es, nenek moyang orang Indonesia sudah membuat perhiasan.

Riset yang dilakukan sekelompok ilmuwan lintas negara dari Australia dan Indonesia ini mengungkapkan penemuan artefak berupa liontin dan manik-manik yang dibuat dari tulang hewan. Seperti liontin dari tulang jari hingga kuku hewan kuskus dan manik-manik dari taring babirusa, hewan endemik di Sulawesi.

Para ilmuwan menemukan tulang hewan kuskus yang dilubangi di salah satu sisinya untuk menjadi liontin serta taring babirusa yang dipotong-potong melintang dan dilubangi bagian tengahnya seperti donat menjadi manik-manik, kemudian dirangkai menjadi kalung.

Riset: Zaman Es, Nenek Moyang Orang Indonesia Sudah Buat PerhiasanFoto: Artefak perhiasan dari tulang belulang hewan ditemukan di Sulawesi, diperkirakan dari Zaman Es (Foto: M Langley; A Brumm via Live Science)

Menariknya, penelitian ini mengungkapkan bahwa perhiasan itu diperkirakan berusia 22 ribu – 30 ribu tahun lalu. Semua artefak ini ditemukan di Leang Bulu Bettue, sebuah gua di Sulawesi yang kaya peninggalan arkeologis, termasuk lukisan gua.

Para ilmuwan gabungan ini memang sedang meneliti artefak di kawasan Garis Wallace, garis imajiner yang dibuat Alfred Russel Wallace tahun 1859. Garis Wallace ini menandakan adanya fauna endemik yang merupakan zona transisi antara Asia dan Australia selebar 1.600 km.

Sebelumnya para peneliti menemukan bahwa manusia modern mencapai wilayah Garis Wallace sekitar 47 ribu tahun lalu. Meski banyak di antara 2 ribuan pulau di kawasan Garis Wallace ini sudah dihuni saat zaman Pleistosen yang dikenal juga Zaman Es, rekaman arkeologi terkini menunjukkan bahwa manusia hanya menghuni 7 pulau di antaranya saja.

“Wallacea adalah tempat ditemukannya fosil ‘hobbit’ pada tahun 2003 dan beberapa seni bebatuan tertua di dunia pada 2014,” kata pemimpin penulisan penelitian ini Adam Brumm, yang juga ilmuwan dari Australian Research Centre for Human Evolution, Environmental Futures Research Institute, Griffith University, Brisbane, Queensland Australia.

Penemuan ini, imbuhnya, adalah jelas sangat penting untuk memberi pemahaman evolusi manusia dan budaya dari orang pertama yang mendiami Australia lebih dari 50 ribu tahun lalu.

“Namun dari perspektif arkeologi, kita hanya memiliki pemahaman yang paling dasar,” imbuhnya dilansir dari Live Science edisi 3 April 2017 lalu.

Ada sekitar 20-an ilmuwan Indonesia-Australia yang tergabung dalam riset ini. Dari Indonesia di antaranya adalah dari Arkeologi Nasional RI (Arkenas) dan Balai Arkeologi Makassar.

Hasil riset itu telah diterbitkan pada Senin, 3 April 2017 lalu di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Taken from here. Aah, proud to be Indonesian!

Bangsa Kekar Tiang

Bangsa Kekar Tiang disebut sebagai pembangun peradaban di Gunung Padang. Penelitian arkeolog UI Ali Akbar, bangsa Kekar Tiang ini juga hadir di situs Gunung Tangkil di kawasan Pelabuhan Ratu.

Ali mengungkapkan, temuan di situs Pelabuhan Ratu, yang berupa punden berundak ternyata memang menggunakan batuan kekar tiang atau columnar joint.

“Mereka pastinya masyarakat yang mendiami wilayah Jawa bagian barat,” jelas Ali, Selasa (26/7/2016).

Bangunan punden berundak di Pelabuhan Ratu, kemudian temuan situs kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi dan Gunung Padang Cianjur diduga merupakan satu kesatuan. Punden berundak ini digunakan masyarakat kala itu untuk beribadah. Tak heran di situs Pelabuhan Ratu juga ditemukan arca Semar walau dengan bentuk yang masih kasar.

“Semar asli Indonesia. Berdasarkan bukti artefak ternyata terdapat bukti bahwa Semar telah dikenal sejak periode yang lebih tua, yakni prasejarah,” ujar dia.

Gambar mirip Semar juga ditemukan di batuan Menhir di situs purbakala Batu Naga di Kabupaten Kuningan. Ali mengungkapkan, Semar memang sudah ada sejak era sebelum Hindu Budha masuk.

“Banyak mitos soal Semar ini. Biasanya mitos tersebut terkait Batara Tunggal dan juga Togog,” tutup Ali.

Peninggalan sejaran arca Semar kini disimpan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi. Temuan-temuan artefak lainnya juga sudah diselamatkan dari gangguan tangan jahil.

Taken from here.

Tips Aman memakai FB

  1. Tolak invitation dari nama/ account FB yang tidak kalian kenal, kosong, baru, friendlist-nya didominasi wanita, minim foto profile pemilik account, apalagi jika orang tersebut bersikap ramah, mengaku mencari teman/ pasangan dan menawarkan sesuatu yang terlalu indah
  2. Bersihkan friendlist dari nama/ account FB yang tidak kalian kenal
  3. Hilangkan fasilitas “follow” pada account FB kalian
  4. Setting privacy dengan baik, sehingga maximal hanya friendlist sajalah yang bisa melihat postingan kalian di FB (baik berupa status, foto, dll)
  5. Jangan tampilkan friendlist kalian dan “photos of you”; hal ini akan membuat scammer kesulitan mengenal kawan dekat/ saudara kalian
  6. Jangan upload informasi (berupa tulisan/ gambar) mengenai: alamat tempat tinggal, alamat tempat kerja, alamat & nama sekolah anak, tanggal ulang tahun diri & anggota keluarga, nomor telepon (rumah, kantor, pribadi), nama ibu kandung, hubungan kekerabatan dengan account FB lain, nama almamater, dll
  7. Jika kalian memiliki ibu yang memiliki account FB, sarankan agar sang Ibu tidak memakai nama belakang yang sama seperti pada akte lahir/ data bank. Jika kalian adalah seorang ibu, gantilah nama belakang kalian, menggunakan nama yang tidak sama seperti yang tercatat pada akte lahir/ data bank
  8. Jangan pernah membiarkan FB bisa mendeteksi lokasi keberadaan kalian saat ini
  9. Hindari kebiasaan menuliskan runtutan jadwal aktifitas sehari-hari/ upload foto seketika setelah kejadian. Jadilah misterius & tidak tertebak!
  10. Tidak ada salahnya memberi watermark pada foto yang menampilkan wajah diri/ anggota keluarga, terutama jika ada yang menggunakan seragam kerja pegawai pemerintahan (polisi/ tentara/ dll)
  11. Jangan pakai komputer umum, berhati-hati login dengan fasilitas wifi umum (terlebih lagi di tempat yang ramai), biasakan log out dari komputer pinjaman dan pasang password pada gadget
  12. Percayai insting!

Semuanya ini membuat saya lolos dari jebakan romance scammer. Jadi, selusin tips diatas bukanlah sembarang tips. Sekarang, terserah kalian: waspada/ cuek dengan keselamatan diri sendiri.

This site is protected by wp-copyrightpro.com