Borobudur; Mandala & Macan Dyanni Buddha

BOROBUDUR SEBAGAI MANDALA DAN MACAM DYANNI BUDDHA
Orang yang awam akan menikmati Candi Borobudur dengan mengagumi keindahan bangunan candi, termasuk mengagumi keindahan di sekitarnya ketika menaiki candi. Banyak foto yang beredar saat ini, yang mengambil sudut pandang patung Buddha dengan latar belakang pemandangan alam yang indah. Namun apabila candi tersebut dilihat dari atas, terlihat ada bentuk mandala. Borobudur adalah bangunan berupa mandala raksasa yang pernah dibangun oleh manusia. Diseluruh dunia, hanya satu mandala sebesar itu dan mandala itu ada di bumi nusantara ini.

15393014_1104852756298601_7366186841278440427_o

APA ITU MANDALA?
Mandala adalah bentuk visual atau simbol dari alam semesta. Dalam tantra, mandala dijadikan sebagai salah satu bagian alat bantu kontemplasi dan meditasi. Bangunan candi pada umumnya adalah untuk pemujaan, namun Borobudur lebih dari itu. Jika hanya sebagai candi untuk pemujaan, maka tidak perlu dibangun dalam bentuk mandala seperti itu. Buat saja kompleks candi-candi pemujaan seperti pada umumnya. Tapi nyatanya borobudur bentuknya memang berupa mandala. Mestinya pengunjung / peziarah candi Borobudur di masa lalu bukan sekedar berkunjung di monumen besar, tapi seiringan juga mempraktikkan laku spiritual. Menapaki candi borobudur dengan penuh kesadaran (eling), merenungkan dan melakukan kontemplasi. Puncaknya adalah bermeditasi dengan sangat mendalam. Ya, itu mungkin hanya imajinasi saya, namun penggunaan mandala dalam meditasi memang seperti itu. Imajinasi saya tentang borobudur tentu tidaklah berlebihan, dengan mempertimbangkan fungsi dari mandala itu sendiri.

Mandala sebagai simbol alam semesta meliputi micro cosmos (jagad cilik) dan macro cosmos (jagad gede). Artinya simbol-simbol yang menunjuk hal-hal luar (jagad gede) itu pada dasarnya adalah simbol tentang diri kita sendiri (jagad cilik). Terlalu panjang membahas makna simbolik Borobudur, saya hanya membatasi pada Panca Dhyani Buddha saja.

Dalam Buddhisme dikenal 5 Buddha Masa Lampau Yang melambangkan 5 Kebijaksanaan Buddha Masa Lampau yang biasa disebut dengan 5 Dhyani Buddha. 5 Buddha tersebut dapat dikenali dari mudra (formasi tangan) yang berbeda satu dengan yang lain. Selain wujud buddha dalam kosmologi buddhis yang terukir di dinding, di Borobudur terdapat banyak arca buddha duduk bersila dalam posisi lotus serta menampilkan mudra atau sikap tangan simbolis tertentu. Secara sepintas semua arca buddha ini terlihat serupa, akan tetapi terdapat perbedaan halus diantaranya, yaitu pada mudra atau posisi sikap tangan.

Di candi Borobudur sendiri terdapat lima golongan mudra: Utara, Timur, Selatan, Barat, dan Tengah, kesemuanya berdasarkan lima arah utama kompas menurut ajaran Buddha. Keempat pagar langkan memiliki empat mudra: Utara, Timur, Selatan, dan Barat, dimana masing-masing arca buddha yang menghadap arah tersebut menampilkan mudra yang khas. Arca Buddha pada pagar langkan kelima dan arca buddha di dalam 72 stupa berterawang di pelataran atas menampilkan mudra: Tengah atau Pusat. Masing-masing mudra melambangkan lima Dhyani Buddha; masing-masing dengan makna simbolisnya tersendiri.

Mengikuti urutan Pradakshina yaitu gerakan mengelilingi searah jarum jam dimulai dari sisi Timur, maka mudra arca-arca buddha di Borobudur adalah:

1. Buddha Aksobhya Timur (Mudra Bhumisparsa)
Arti dari Mudra Buddha Akhsobya adalah menjaga dan menghancurkan kemarahan dan kebencian

15350565_1104853129631897_3633058332792355275_n

2. Buddha Ratnasambhava Selatan (Mudra Wara)
Arti dari Mudra Buddha Ratnasambhava adalah memperkaya dan meningkatkan nilai spritual untuk melenyapkan kesombongan dan keserakahan

15327337_1104853216298555_2590857852755429755_n

3. Buddha Amitabha di sebelah Barat (Mudra Dhyana)
Arti dari Mudra Buddha Amitabha adalah menundukkan keegoisan

15401019_1104853309631879_2155496875423167336_n

4. Buddha Amoghasiddhi Utara (Mudra Abhaya)
Arti dari mudra Buddha Amogasiddhi adalah menenangkan diri untuk melenyapkan iri dengki

15390736_1104853359631874_5515920581996741565_n

5 Buddha Vairocana Tengah (Mudra Dharmachakra)
Arti dari mudra Buddha Vairocana adalah memutar Dharma untuk melenyapkan kebodohan batin

15267751_1104853419631868_3823284199286172616_n

Foto Koleksi Hasil Google dan Troppen Museum.

1 comment

  1. Amazing article! baru tau gini2an. Saya ke Borobudur zaman SMP dulu.. dan itu juga foto2 aja gak ngerti apa2 hahaha. Jadi pengen sana lagi. BTW itu judulnya kok MACAN. Takcari-cari gak ada cerita macan… ternyata maksudnya MACAM hahahaha

Comments are closed.

This site is protected by wp-copyrightpro.com