Candi Ngawen Bermetamorfosis(?)

Misteri Di Desa Ngawen, Candi Ngawen yang bermetamorfosis
Lokasi : Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang
Tipe : Bangunan Suci Budha
Masa Pembangunan : Abad ke-8 Masa Wangsa Sailendra

Didaerah Muntilan tepatnya Desa Ngawen menyimpan misteri akan peninggalan kerajaan medang dahulu di era Wangsa Sailendra, candi ini berlatar belakang agama Buddha, bangunan ini tertulis dalam prasasti Karang Tengah bertahun 824 M yaitu Venuvana (hutan bambu), terdiri dari 5 buah candi kecil dan hanya satu candi yang bisa di pugar secara “sempurna”, ekskavasi candi ini dilakukan oleh Van Erp (peneliti asal belanda) pada tahun 1920 mengawali nya dengan mengeringkan lahan sawah tempat reruntuhan candi ini berada, akan tetapi apakah pemugaran yang dilakukan Van Erp telah sesuai dengan wujud aslinya? Atau masih banyak misteri tentang wujud asli dari bangunan Candi Ngawen ini?

1. Wujud puncak candi yang mengkerucut mirip dengan bentuk bangunan candi yang beraliran Hindu.
Dalam perjalanan ke candi ngawen ini bisa ditemukan sisa sisa stupa yang berada di pinggiran besaran stupa ini apabila dirakit adalah antara 5 – 7 meter menurut juru pelihara Candi Ngawen stupa ini berukuran besar andai stupa itu diletakkan pada leher candi maka bentuk bangunan candi ini menjulang lebih tinggi dari candi yang ada sekarang ini dan bentuk stupa yang ada membuat nya tampak lebih berbentuk candi Buddha daripada yang sekarang, beberapa bukti terlihat bahwa penataaan batuan sisi tengah candi I ini dilekatkan dengan perekat dikarenakan struktur nya yang ramping maka kaidah pemugaran Candi Ngawen ini dahulu pasti tidak menggunakan batuan aslinya secara utuh tapi merekayasa bentuk terdekatnya sehingga masih banyak bahan stupa yang tertinggal tidak bisa terpasang.

2. Fungsi Jaladwara berbentuk singha
Ketika kita melihat struktur bawah candi ini maka tak luput dari pandangan mata kita jaladwara yang berbentuk singha, jaladwara sendiri berfungsi sebagai tempat mengalirnya air (talang) akan tetapi di candi ngawen ini berbentuk singha berdiri dengan lubang dimulutnya akan tetapi dalam pengamatan penulis dulu talang air ini fungsi nya bukan mengalirkan air akibat hujan akan tetapi memang berfungsi sebagai air mancur yang mengitari candi ini, bukti penguat dari hipotesis ini adalah pada waktu ekskavasi dan pemugaran candi ini dahulu ketika proses penggalian kira kira 1 meter kedalam tanah sudah mulai mengeluarkan air , hal ini didukung dengan temuan beberapa waktu lalu setelah letusan merapi tentang adanya aliran sungai purba di sekitar Candi Ngawen, dari penuturan juru pelihara candi ngawen untuk memperkuat pondasi candi terpaksa mata air di bawah candi ini di tutup (dicor) dengan semen dan dilapisi ulang dengan pasir agar pondasi candi ini kuat dan tidak ambles. bukti ini memperkaya hipotesa penulis bahwa dahulu candi ini berada di tengah air atau diliputi air dengan posisi singha sebagai tempat keluarnya mata air.

Apakah Van Erp dulu melakukan pemugaran secara tergesa-gesa atau di pengaruhi oleh bangunan-bangunan candi lain dan memperkirakan bahwa bentuknya hampir sama? Apabila sama kenapa batuan pembentuk ini masih tersisa banyak dan puzzle ini belum dapat di bentuk ulang. semua ini masih menjadi misteri dimana kelak pemelihara pemelihara dan pejuang – pejuang sejarah ini dapat merekonstruksi secara utuh bentuk bangunan Candi Ngawen.

Note Laurentia Dewi: tulisan ini adalah opini pribadi seseorang yang perlu dicocokkan kebenarannya.

This site is protected by wp-copyrightpro.com