Juni 2018: Merapi Meletus

Waktu itu kita sedang menuju Magelang ketika aku lihat banyak orang keluar rumah dan melihat langit. Cuaca mendung membuatku berpikir ada gerhana matahari (sekarang baru sadar keren banget ya pemikiranku haha!).

Tak lama kemudian kita behrenti dan seorang Bapak memanggilku, sambil menunjuk arah langit “Mbah’e tas njeblug!”. Hah? Wait, otak loading bentar tapi begitu aku akhirnya melihat langit, aku langsung mengerti. Merapi meletus.

Tidak ada magma keluar, jadi anggaplah sang “Mbah” sedang batuk saja, tapi abunya membumbung tinggi ke angkasa, melewati awan dan menghadang sinar matahari. Inilah yang membuat sekitar Magelang menjadi seolah-olah mendung, karena gelap.

Ini adalah pengalaman pertama melihat gunung berapi mengeluarkan muntahan; live, dari jarak kurang dari 15km.

Kemudian aku teringat peristiwa yang dikabarkan serupa, namun dengan skala yang jauh lebih besar. Toba dan Krakatau. Keduanya membuat dunia menjadi gelap beberapa lama karena abu muntahannya, hingga kemudian datanglah jaman es yang konon membuat para cute dinosaurs punah (ah, ini engga ada bukti ilmiahnya).

Semoga Merapi cuma batuk dan semua baik2 saja :).

Leave a Reply

This site is protected by wp-copyrightpro.com