Q&A Candi

Ada pertanyaan bagus hari ini.

  • Kok bisa suka candi?
  • Kok bisa tahu candi A, B, C?
  • Kok bisa ngerti candi-candi?
  • Kok bisa ngerti ini namanya apa, siapa, dsb.
  • Kok inget nama-namanya?
  • Bagaimana bikin anak-anak suka sejarah?

Ini pertanyaan sering banget mampir ke aku, jadi mari diketik sekalian disini, jadi kalo ada yang nanya, tinggal copy link wkwkw *pemalas!*.

Aku berkali-kali cerita, kalo jaman masih balita dulu aku sering diajak ke Borobudur dan Prambanan. Ngapain disana? Piknik. Seriously (sorry buat yang terlanjur ngayal aku kelilingin candi sambil diceritain ini itu, haha!).

Biasanya kita cuma sekedar duduk di tikar, makan, ngobrol, lalu aku digendong/ digandeng mendekat ke candi, liat relief terdekat, balik ke mobil. Done. Begitu saja, setiap tahun, karena keluarga Bokap asli Jawa Tengah dan tiap ceng beng bakal mendatangi makam-makam leluhur sebelum akhirnya piknik tahunan didekat candi.

Kemudian, kebiasaan itu terhenti bertahun-tahun. Aku sempat bilang, aku pengen ke Prambanan saat SMP dan engga diijinkan. Tapi saaaaking pengennya, sampe akhirnya Nyokap bikin tour keluarga, ke candi2 yang aku ingin. Keturutan deh ke Prambanan dan Borobudur setelah belasan tahun. Bonus candi-candi Dieng TAPI saat itu boro-boro ngelihat, mobilnya aja engga berhenti. Jadi cuma dibukain jendela dan sopir bilang, “Nik, ituloh ada candi2 lagi”. Yeah, waktu itu lokasi candinya masih terbuka, tanahnya masih basah seperti rawa, jadi sepertinya aku juga engga akan bisa mendekat.


Jadi, sepertinya aku menyukai candi-candi ini karena ada kenangan di masa kecil? Entahlah. Tapi yang pasti, ketika sudah gede dan bisa mikir, pikiranku kaya gini: keren banget yak, mbangun bangunan pake batu kali (andesit), engga pake semen, atapnya engga ambruk.

Trus setelah berpikiran lebih panjang lagi, aku pikir: wow ada gambarnya (relief/ ornamen)! Kalo relief, anggap saja sebagai komik tanpa kata-kata. Kadang juga aku imajinasikan sebagai foto dari masa lalu (sedangkan prasasti adalah surat dari masa lalu). Dan ukirannya indah sekali! Motif sulurnya detail dan biasanya rumit. Aku termasuk pecinta relief, jadi aku terbiasa berlama-lama duduk memandangi relief candi, membayangkan bagaimana leluhur membuatnya bisa melingkari candi begitu pas

Dan kalau dipikir lebih dalam, beberapa candi dibuat dengan filosofi! Bangunan2nya dipertimbangkan baik-baik, arahnya, sinar matahari yang akan masuk ke dalam bilik, besar & tinggi bilik, penempatan arca, semuanya mempunyai arti.

Sampai sekarang, hal-hal diatas inilah yang membuatku tetap mendatangi sekian puluh candi dan situs sejarah.


Nah, bagaimana bisa nemu candi dengan nama-nama engga terkenal? Googling! Dan banyak dengerin gossip dunia per-candi-an.

Biasanya aku ikuti medsos beberapa museum, pecinta sejarah, dll. Dari sana biasanya ada banyak informasi dangkal yang bisa dicari detailnya dengan bantuan Google.

Jadi, candi engga cuma Borobudur dan Prambanan, sodara-sodara. Ada Kalasan, Ijo, Mendut, Pawon, Asu, Badut, Kethek, Sumber Tetek, dsb. Kita terberkati dengan banyak sekali situs-situs purbakala yang menanti untuk didatangi, dikenali dan kemudian dicintai.


Nah, kalau suka Candi, lama-lama kalian akan bisa mengenali ciri-ciri era Majapahit, era Syailendra, era Sanjaya dan era-era lainnya. Dari situ nanti kalian bisa mengenali candi A sebagai peninggalan siapa.

Dan dengan bertambahnya rasa penasaran dengan candi, nantinya pengetahuan lain akan masuk sendiri ke otak dan nempel disana. Termasuk nama-nama istilah bagian candi, seperti: jaladwara, makara, kemuncak, dsb.

Trus tokoh-tokohnya tuh punya ciri khusus. Buddha, adalah yang paling mudah dikenali. Nantinya, lama-lama kalian akan mampu mengenali mana Durga, Siwa, Ganesha, dsb. Misalnya nih: Durga sering digambarkan dalam posisi berdiri menginjak nandi (sapi). Jadi, setiap nampak seorang wanita berdiri diatas nandi, pastilah dia Durga.


Dan bagaimana membuat anak-anak suka candi? Ajak mereka ke candi!

Tahu sendiri lah bagaimana membosankannya belajar soal sejarah dari buku pelajaran sekolah yang mostly cuma berwarna hitam putih, penuh dengan informasi panjang yang harus dihafalkan.

Bawa mereka datang kesana, melihat, memegang. Nanti mereka akan menemukan hal yang akan membuat mereka suka. Kalau mereka engga suka? Ya biarkan. Biarkan mereka menjelajahi apa yang mereka suka.

Leave a Reply

This site is protected by wp-copyrightpro.com